Pages

Jumat, 08 April 2011

Misteri Fenomena Doppelganger, Kembaran yang Misterius

Apakah kita memiliki kembaran di dunia ini? Apakah kita dapat berada di dua tempat pada saat yang sama? Dalam sejarah, ada banyak catatan mengenai orang-orang yang mengaku berjumpa dengan bayangan dirinya sendiri. Fenomena ini sering disebut dengan istilah doppelganger.


Doppelganger berasal dari kata Jerman yang berarti "Double Walker". Istilah ini digunakan untuk merujuk kepada bayangan diri yang dipercaya menyertai setiap manusia di bumi ini.

Fenomena ini berbeda dengan penampakan hantu. Jika penampakan hantu berarti seseorang melihat citra orang yang telah meninggal, maka fenomena doppelganger berarti melihat bayangan seseorang yang masih hidup.

Dalam banyak kasus, Doppelganger dipercaya sebagai tanda-tanda kematian. Konon Ratu Elizabeth I berjumpa dengan bayangan dirinya sendiri sebelum meninggal.

Entah kapan fenomena ini pertama kali muncul. Namun pada tahun 1691, ditemukan catatan mengenai Doppelganger yang ditulis oleh Robert Kirk yang menulis bahwa fenomena ini telah muncul dalam kisah-kisah rakyat Skotlandia dan Irlandia.


Kasus Dr.Wynn Wescott

Pada tanggal 12 April 1888, di British Museum of London, sebuah laporan doppelganger menciptakan kehebohan diantara karyawan museum. Dr. Wynn Wescott dan Pendeta W.T Lemon dijadwalkan untuk bertemu di ruang baca museum.

Pendeta Lemon tiba beberapa menit lebih awal dan melihat Dr. Wescott sedang terlibat pembicaraan dengan seorang rekannya yang bernama Mrs. Salmon.

Tak berapa lama kemudian, Mrs Salmon dengan sopan mengucapkan salam kepada Dr.Wescott dan meninggalkan pembicaraan.

Ia berjalan melewati pendeta Lemon dan juga memberi salam. Lalu, Mrs Salmon menoleh ke Dr.Wescott untuk memberitahu bahwa Pendeta Lemon telah tiba. Namun ia terkejut karena menyadari bahwa Dr. Wescott yang tadi berdiri telah hilang.

Pendeta Lemon dan Mrs. Salmon lalu bertanya kepada resepsionis dan petugas museum lainnya. Mereka mendapatkan jawaban yang sama. Semua memang melihat Dr. Wescott masuk ke ruangan itu, namun tidak ada yang melihat ia meninggalkan ruang tersebut.

Kaget dan kuatir, mereka mengecek ke rumah Dr. Wescott dan tidak disangka mereka menemukan Dr. Wescott sedang terbaring di ranjang, sakit dan tidak meninggalkan tempat tidurnya sejak pagi.


Kasus Abraham Lincoln

Kasus doppelganger lainnya yang juga termahsyur adalah kasus yang dialami oleh Abraham Lincoln. Kisah ini diceritakan oleh Noah Brooks yang mengaku mendengarnya langsung dari Lincoln.

Diceritakan bahwa saat Lincoln terpilih menjadi presiden, ia menjumpai "dirinya" dengan dua wajah di ruang tamunya. Satu wajah lebih pucat dibanding yang lainnya. Ketika ia mendekatinya, bayangan itu menghilang.

Lalu ia menghempaskan tubuhnya ke sofa untuk beristirahat dan bayangan itu muncul kembali. Beberapa hari kemudian, bayangan dirinya dengan dua wajah itu kembali muncul. Namun penampakan itu adalah penampakan yang terakhir kalinya.

Ketika ia menceritakannya kepada istrinya, istrinya berkata bahwa dua wajah itu berarti Lincoln akan terpilih sebagai presiden untuk dua kali masa jabatan, sedangkan wajah kedua yang lebih pucat menunjukkan kalau ia tidak akan hidup melewati masa jabatan keduanya.

Entah darimana istrinya mengetahui hal itu, namun prediksinya terbukti benar karena pada tahun 1865 Lincoln terbunuh pada saat memegang masa jabatan keduanya.


Kasus Emilie Sagee

Dari antara semua kasus doppelganger yang ternama, mungkin kasus ini adalah kasus yang paling membingungkan. Kisah ini diceritakan oleh Robert Dale Owen yang mendengarnya dari Julie Von Guldenstubbe, anak kedua Baron Von Guldenstubbe.

Pada tahun 1845, ketika Julie berusia 3 tahun, ia menghadiri sekolah von Neuwlcke, sebuah sekolah khusus perempuan di dekat Latvia. Salah satu gurunya adalah seorang perempuan 32 tahun bernama Emilie Sagee.

Walaupun Ms.Sagee dikenal sebagai guru yang baik, beredar rumor di sekolah tersebut bahwa "kembaran" Ms.Sagee sering terlihat muncul dan menghilang di hadapan para murid.

Pernah suatu kali diceritakan bahwa sementara Ms.Sagee sedang menulis di papan tulis, kembarannya yang sama persis muncul di sampingnya. Doppelganger itu meniru persis semua gerakan Ms.Sagee, bedanya ia tidak memegang kapur tulis. Peristiwa ini disaksikan oleh 13 murid di kelas tersebut.

Yang lebih luar biasa lagi adalah kejadian yang terjadi pada hari berikutnya. Pada saat itu, 42 murid sedang berkumpul di aula untuk pelajaran menjahit. Ms.Sagee sedang ada di kebun dan jelas terlihat dari jendela oleh para murid.

Tiba-tiba, doppelganger Ms.Sagee muncul dan duduk di kursi di depan ruangan. Seorang murid yang pemberani berjalan maju dan berusaha menyentuh makhluk itu, namun ia merasakan ada sebuah hambatan yang tidak terlihat menghalanginya. Lalu doppelganger tersebut menghilang secara perlahan.

Ms.Sagee sendiri mengetahui hal ini, namun ia juga tidak mengerti fenomena apa yang sedang berlangsung. Menurutnya, ketika doppelgangernya muncul, ia bisa merasakan kelelahan yang amat sangat. Bahkan wajahnya berubah menjadi pucat pasi.



Doppelganger dan Budaya

Fenomena doppelganger memiliki banyak penjelasan beragam di berbagai bagian dunia. Di Denmark, ada sebuah kisah yang menyebutkan seekor Troll (makhluk mitos) menculik seorang wanita hamil dan kemudian menggantinya dengan doppelgangernya untuk menutupi kejahatannya.

Di dalam tradisi Yahudi, setiap orang dipercaya memiliki malaikat yang berwajah mirip sepertinya yang kadang-kadang muncul dan menampakkan diri.

Di dalam tradisi dan kepercayaan beberapa negara lainnya, doppelganger secara sederhana diartikan sebagai roh jahat yang mengambil rupa seorang manusia.




Teori Dr.Peter Brugger

Dalam konteks sains, Dr.Peter Brugger dari Zurich University Hospital, mengajukan teori adanya Doppelganger Syndrom. Sindrom ini, menurut Dr.Brugger adalah sebuah perasaan dimana seorang pasien amputasi bisa merasakan kembali adanya anggota badan yang telah hilang.

Dalam kasus Doppelganger, bukan hanya sebagian anggota badan yang dirasakan, melainkan seluruh tubuh "tambahan" dirasakan ada di luar tubuh dan berada diluar kendalinya.

Menurut Dr.Brugger, sindrom ini bisa terjadi ketika syaraf kita mengalami goncangan sehingga kita akan membawa representasi internal diri yang kemudian ditransfer ke dunia luar. Ini biasa terjadi ketika kita sedang mengalami stres, kesepian atau ketika otak kita mengalami luka atau tumor.

Bagi Brugger, fenomena syaraf ini dapat menjelaskan adanya "teman imajiner" yang dialami oleh banyak anak kecil.



Eksperimen Shahar Arzy

Selain Dr.Brugger, penjelasan ilmiah lainnya juga muncul pada September 2006 di Majalah Nature. Majalah itu merilis hasil eksperimen yang dilakukan oleh Shahar Arzy dan rekannya di University Hospital, Jenewa, Swiss.


Mereka tanpa diduga berhasil menciptakan fenomena Doppelganger dengan menggunakan stimulasi elektromagnetik yang diberikan pada otak pasien.

Sang pasien disuruh berbaring diam di atas tempat tidur, lalu, mereka memberikan stimulasi elektrik pada Temporoparietal Junction (TPJ) di otak kirinya.

Ketika stimulasi itu diberikan, dengan segera sang pasien bisa merasakan adanya kehadiran orang lain di tempat itu. Dengan demikian, eksperimen ini membuktikan bahwa fenomena ini mungkin berhubungan dengan terganggunya aktifitas otak.

Menurut Arzy, eksperimen ini mungkin dapat menjelaskan mengenai halusinasi yang sering dialami oleh penderita Schizoprenia atau paranoia.

Penjelasan Dr.Brugger ataupun Shahar Arzy memang dapat menjelaskan pengalaman Lincoln, namun tidak dapat menjelaskan pengalaman Dr.Wescott dan Ms.Sagee.

Misalnya dalam pengalaman Ms.Sagee, mungkinkah 42 orang murid tersebut mengalami gangguan Temporoparietal otak kiri secara bersamaan?

Sumber: www.apakabardunia.com/

Benarkah Wanita Pemarah Akan Dikaruniai Banyak Anak?

Studi Universitas Sheffield mengungkap bahwa tingkat kesuburan wanita dan laki-laki dipengaruhi sifat dan kepribadiannya. Dengan kata lain, prediksi jumlah keturunan bisa dilakukan lewat kepribadiannya. Dalam studi tersebut, peneliti menemukan bahwa wanita emosional dan laki-laki dengan kepribadian terbuka memiliki kemampuan reproduksi tinggi. Mereka cenderung memiliki banyak anak.

Para peneliti mengumpulkan data dari empat desa di pedalaman Senegal. Mereka menganalisa hubungan antara kepribadian setiap pasangan rumah tangga dan jumlah serta kesehatan keturunannya. Analisa dilakukan dengan parameter lima sifat dasar manusia.
Studi menyimpulkan, wanita yang memiliki tingkat emosional tinggi seperti mudah cemas, depresi, dan murung, memiliki anak 12 persen lebih banyak dibandingkan mereka yang memiliki emosi stabil. Kondisi ini banyak ditemui di kalangan keluarga dengan status sosial tinggi.

Sementara pria yang memiliki kepribadian ekstrovert atau suka bergaul dengan lingkungan sosial memiliki kemampuan menghasilkan keturunan 14 persen lebih tinggi daripada mereka yang memiliki kepribadian tertutup. “Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa kepribadian seseorang bisa dijadikan acuan untuk memprediksi jumlah keturunannya,” kata Dr Virpi Lummaa dari Universitas Sheffield.

Dalam penelitian ini, ia berkolaborasi dengan Dr Alexandra Alvergne dari Departemen Antropologi Universitas College London, dan Markus Jokela dari Universitas Helsinki, Finlandia. Seperti dikutip dari laman India Times, hasil studi itu telah dipaparkan dalam National Academy of Sciences.

http://www.noveloke.com

Senin, 15 Februari 2010

The Day Before and After

-dni hri-mtaku menolak trpejam,ia memilih memaksku mneruskan mbca capter2 akhr di novel ini,seakn dpaksa olh otak penasaranq yg mulai gemes dg klimaksnya,tp q bru2 ngerem(pake cakram)on Thursday 10 feb 2010


q tersadar bhwa sbnrnya driq bgai socrates yg keluar dari goa,sdgkan q malah melupakan goa dan yg ada didlamnya,bukannya mengjak mrk keluar dan meyakinkan teoriku.Fri at 01:56

yah...bgai hembusan nafas yg terkadang aku lupa mensyukuri tapi ikut menikmati..aku memang salah satu hambaMu yg ga tau diri...10 February at 21:05


kujelang matahari dgn segelas teh panas,dipagi ini ku bebas,krna ga da kelas,...,letih dan lelah juga lambat2 terkuras..10 February at 04:29



meskipun kuliah hari ini full tpi kalo kelasnya full AC ky gini hawa semangat masih tetap berhembus..sepoi-sepoi lah.08 February at 11:17

Jumat, 09 Oktober 2009

Sketsa Kasar

Filsafat di mata Malaikat





Tau kenapa karya ini ku beri judul seperti itu? Yaa.. karena karya yang sekedar coret-coretan ini ku buat di saat aku mengikuti mata kuliah filsafat ilmu,karna memang pelajaran filsafat dari dulu bikin orang-orang sepertiku pusing memikirkannya. Dan juga aku sedang ingin menggambar tengkorak dengan sayap bak malaikat. Disini aku tidak bermaksud menganggap malaikat itu berwujud menyeramkan, tapi karena malaikat memang diciptakan dari cahaya dan dia pun bias berubah-ubah wujud tergantung siapa yang akan ditemuinya. Upz..mari kita kembali ke tema yang pertama yaitu sejarah sketsa ini.
Dari pada berpusing-pusing mikirin filsafat yang saat itu sedang membhas apa itu epistemologi ilmu,ontologi dan apapun yang pake logi-logi an... aaah p-u-s-i-n-g aku memikirkan itu semua.
Memang biasanya jika setiap syaraf otakku selalu terbebani oleh sesuatu, tanpa aku intruksikan jari-jemariku akan bergerak mengambil bolpoint dan mulai menggoreskan suatu sketsa ataupu kata-kata.
Tapi kali ini aku memilih untuk menuangkan kepenatanku kedalam sebuah sketsa. Sebenarnya aku lebih suka sketsa seperti ini, urek-urekan dan terkesan tidak rapi, tapi menurutku yang seperti ini lebih terasa artistic.
Aku akan memulai memposting karya-karyaku ke blog ini, karena banyak dari para penikmat karya-karyaku menanyakan, "biasanya jika setelah kamu nggambar kau kemanakan gambar-gambarmu?" yaa aku taruh sembarangan, terkadang malah udah hilang entah kemana.
Karena dalam berkarya atau sekedar coret-coret bagian yang kusukai adalah prosesnya dan bila sudah jadi mungkin aku menikmatinya untuk beberapa hari lalu aku sudah bosan, toh aku juga bisa buat lagi kapan-kapan. tapi walau kapanpun aku bisa memebuatnya lagi yang sulit adalah mencari mood dan suasana yang pas untuk menggambar gambar yang sama sekalipun.
Lalu dari situlah aku timbul inisiatif untuk mengarsipkan dan kemudian meng upload atau mempostingnya kedalam sebuah blog,dan memang kali ini aku baru sempat dan sadar untuk meng uploadnya sekarang..he..he.. disini aku juga menyertakan sketsa kasar yang belum tersentuh Adobe Photoshop yaitu yang masih berwarna black-white, disamping karya yang sudah melalui proses retouching dan digital imaging yang disitu ku fill dengan hijau berkesan menyegarkan dan bersanding dengan ke pekat an hitam. Sungguh sangat berkarakter….!
Dan kapan-kapan lagi Insyaallah akan ku posting karya-karyaku yang lain jika sempat , sebenarnya masih banyak karya-karya manualku yang belum terjamah scanner, kali ini saja ada salah satu temanku yang membawa scanner ke kost dan berbaik hati meminjamkannya padaku.

Senin, 28 September 2009

Jembatan Kesuksesan

sudah saatnya kembali menghirup atmosfer kota yogyakarta,walaupun agak pengap dan berdebu...
syaraf otakku harus sgera meneguk materi-materi kuliah sbelum terdehidrasi oleh liburan panjang yang melenakan..
huff..kembali kepada rutinitas yang agak membosankan,terkadang aku tak tahu kenapa aku mengambil jurusan Hukum keluarga islam,padahal lidahku tak berbakat berdebat. itulah misteriusnya takdir yang terkadang butuh pengkontemplasian yg lebih mendalam untuk memahaminya..mugkin Allah telah memilihkan jembatan yang tepat untuk menuju kesuksesanku sendiri..
karna disini aku harus mengais serpihan mimpi-mimpi itu dgn tanganku sendiri agar bisa merangkainya menjadi cita-cita yang patut dicapai..

Kamis, 24 September 2009

Mungkin

Mungkin sebaiknya aku memposting gambar coretanku atau karya-karya grafisku
mungkin sebaiknya aku menggoreskan sketsa atau menggenggam mouse mengedit smua kurva
karna mungkin q lebih mudah mendapatkan ide ilustrasi dr pd mencari ide untuk rangkaian bait puisi
mungkin jemariku lebih sulit mengetik huruf dari pada memodif huruf
mungkin saja semua kemungkinan diatas lebih mungkin terjadi..

Rabu, 23 September 2009

Kembali menuangkan inspirasi kedalam beberapa cangkir paragraf

Hampir 2 bulan terahir ini aku menelantarkan blogku, bukan karna tak ada lagi kata-kata yang terpercik dalam otakku akan tetapi rasa malas yang selalu menggelayuti jemariku untuk beradupadu dngan keybord agar segera memposting uneg-uneg atau sekedar sok berpuitisasi di belantika dunia maya.
Sejak merebaknya Facebook diklangan anak muda yang tak terkecuali aku didalamnya.aku seakan tak sanggup menepis semua godaan yang disajikan olehnya; dapet temen barulah,nostalgia dngan tmen lamalah,bertemu dgan oran-orang aneh,bhkan hanya sekedar gengsi agar tak dibilang gaptek,dgn adanya fasilitas ''update status''itulah aku lebih rajin menuangkan uneg-unegku tanpa harus kurangkai panjang terkebih dahulu agar cukup pantas diposting ke dalam blog,yaa..bisa dikatakan status-status itu hanyalah sekumpulan potongan-ptongan enkripsi dan serpihan bait yang tak sempat terangkai.
jujur saja aku sekarang sangat malas skali pergi ke warnet untuk bloging,karna sekarang aku bisa ber facebook ria lewat hp sonny ericson W200i ku ini,update status,ngeadd temen,ngobrol ngalor ngidul hanya dgan menggunakan layanan web browser yang tertanam dalam kotak kecil yang dapat bicara dan bernyanyi itu,bgiku ia adalah benda penghibur yang kugemari setelah komik. aku lebih sering surfing,googling,downloading lewat benda itu. itulah sebabnya aku malas berkunjung ke warnet yang terkadang malah menimbulkan hasratku berkarya lewat posting-memposting kata-kata. hey..bahkan sampai ku bookmark juga cerpen-cerpen dari salah satu kawanku yang berkarya lewat facebook agar ku bisa baca kapanpun dan dimanapun,ha..ha..ha


Kamarku,22 september 2009 22:35wib

Kamis, 25 Juni 2009

Sirkuit Kehidupan


ketika pecahan enkripsi misteri mimpi mulai tereja oleh intuisi
lika-liku sirkuit kehidupan yang ambigu telah terlampaui tanpa rasa ragu
disaat konflik menguji di setiap inci dalam detak vena yang berotasi
maka asumsi yang terlahir dari emosi hanyalah ilusi
terlupakan..takkan pernah dianggap sebagai inspirasi
hingga lap ke 19 ini
aku masih menyisakan dua tikungan misteri dalam sirkuit kehidupanku
terpenjara enkripsi sandi yang terlalu rancu
biarkanlah mereka terjawab oleh waktu
karna memang kubiarkan begitu...